Ternate – Momentum “Jelajah se Ziarah Pusaka Gamlamo”, yang digelar oleh Pemerintah Kecamatan Pulau Ternate (Gamlamo), Kota Ternate diakhir tahun 2025 telah usai pasca ziarah bersama di makam Pahlawan Nasional Sultan Babullah, pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Diketahui misi “Jelajah se Ziarah Pusaka Gamlamo”, ini merupakan kegiatan tahunan pemerintah Kecamatan Pulau Ternate (Gamlamo), dimana giat ini dalam bentuk bakti sosial (baksos) serta ziarah ke situs-situs bersejarah, yang merupakan peninggalan kesultanan Ternate.
Camat Kecamatan Pulau Ternate Gamlamo, Royandi Nasir, S.H, saat dikonfirmasi awak media usai giat baksos dan ziarah makam Sultan Babullah di Kelurahan Foramadiahi, menyampaikan bahwa momentum ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membangkitkan semangat generasi, guna menjaga dan melestarikan pusaka leluhur.
“Jadi giat “Jelajah se Ziarah Pusaka Gamlamo” ini merupakan upaya kami selaku pemerintah dalam rangka membangkitkan kembali semangat generasi, untuk tetap menjaga serta merawat pusaka para leluhur, sebagai warisan budaya negeri Limau Gapi atau Negara Puncak Tertinggi,” pungkas Roy sapaan akrab Royandi Nasir, S.H.
Selain itu lanjut, Roy, giat “Jelajah se Ziarah Pusaka Gamlamo”, ini juga dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Jadi Ternate (HAJAT) ke-775 tahun. Dimana ini merupakan momentum fundamental dalam perjalanan sejarah kesultanan Ternate, menuju puncak kejayaan di abad ke-15.
“Dalam misi “Jelajah se Ziarah Pusaka Gamlamo”, yang digelar tahun ini difokuskan pada tiga titik diantaranya yakni Ake Rica Kelurahan Rua, Benteng Sao Joao Batista Kelurahan Kastela, dan Makam Pahlawan Nasional Sultan Babullah di Kelurahan Foramadiahi,” ujar Roy.

Menurut, Roy, tiga titik yang ditetapkan pihaknya ini memiliki kaitan sejarah yang begitu erat dengan perjalanan kesultanan Ternate menuju puncak kejayaan di masa lampau.
“Ake Rica, Benteng Sao Joao Batista dan Makam Pahlawan Nasional Sultan Babullah Ternate, ini merupakan bagian kecil dari puluhan situs sejarah, yang menjadi pusaka leluhur negri Limau Gapi. Olehnya itu situs-situs bersejarah ini perlu di jaga dan dirawat dengan baik, sehingga generasi akan datang tidak buta dengan sejarah perjuangan leluhur kita,” ungkap Roy.
Dalam giat ini, Roy, juga berpesan agar generasi muda saat ini dan yang akan datang tetap menjaga dan melestarikan pusaka leluhur, serta selalu menjaga adat dan budaya dalam bingkai Adat se atoran. Hal ini bertujuan agar generasi tidak muda melupakan sejarah perjuangan para leluhur Limau Gapi, dan tidak mudah terkontaminasi dengan budaya barat.
Untuk diketahui dalam giat “Jelajah se Ziarah Pusaka Gamlamo, di hari terakhir ini di ikuti oleh jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pulau Ternate (Gamlamo), mines Polsek Pulau Ternate. Selain itu turut hadir juga jajaran instansi vertikal yang berkantor di wilayah Pulau Ternate, dan juga imam Kastela, iman Jambula dan imam Foramadiahi.




Tinggalkan Balasan