Ternate – Pernyataan Gubernur Sherly Tjoanda, yang menantang KAHMI Maluku Utara (Malut) untuk berdiskusi mengenai Feasibility Study (FS) pembangunan infrastruktur Jalan Trans Kieraha, langsung mendapat respons keras dari Dewan Pakar KAHMI Malut, Dr. Aziz Hasyim.
Bang Aziz, yang juga merupakan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Khairun Ternate sekaligus lulusan S2 dan S3 ilmu Perencanaan dan Pembangunan Wilayah IPB ini, menegaskan bahwa KAHMI siap menyambut tantangan tersebut. Ia meminta gubernur Sherly segera mewujudkan pernyataannya, dengan membuka forum diskusi publik sekaligus menghadirkan tim penyusun FS.
“KAHMI Malut meminta gubernur segera menggelar forum terbuka dan menghadirkan Tim FS, untuk berdiskusi terkait dengan FS jalan Trans Kieraha tersebut, bila perlu gubernur juga ikut hadir pada forum diskusi nanti,” tegas Bang Aziz.
Bang Aziz, menduga hingga sejauh ini, dokumen FS belum diuji-publikan. Oleh karena itu, pernyataan gubernur ini ada baiknya agar kita bisa menguji secara terbuka derajat keilmiahan FS yang disusun. Ia juga mengungkapkan bahwa KAHMI telah mengantongi dokumen FS meski hanya berupa bahan paparan. Dengan modal itu saja, KAHMI merasa sangat siap untuk membahas dan mengkritisi substansi FS secara ilmiah.
“Gubernur meminta KAHMI membaca FS dulu sebelum diskusi, tapi dokumennya saja belum kami miliki secara lengkap. Meski begitu, dengan bahan paparan FS saja KAHMI siap mendiskusikannya,’ pungkas Bang Aziz.
Selain itu, Bang Aziz, juga menegaskan bahwa diskusi tidak cukup hanya melibatkan gubernur. Akan tetapi ia juga menantang gubernur, untuk menghadirkan tim penyusun FS serta pihak-pihak yang mendukung pembangunan Jalan Trans Kieraha.
“Jangan berdiskusi dengan gubernur saja. KAHMI meminta gubernur hadirkan timnya. Jika perlu, mereka yang mendukung jalan Trans Kieraha juga dihadirkan agar ini didiskusikan secara ilmiah dan tuntas. Karena proyek ini diklaim untuk kepentingan publik, maka dokumennya harus dibuka secara terang benderang,” jelas Bang Aziz.
KAHMI menilai dokumen FS dan AMdal terkesan tertutup selama ini. Karena itu, ajakan gubernur dianggap sebagai pintu masuk untuk membuka dokumen publik tersebut kepada masyarakat.
“Anggap saja ini bentuk pelibatan stakeholder dalam menyikapi rencana pembangunan Jalan Trans Kieraha. Karena itu, sekali lagi KAHMI menantang gubernur Sherly segera wujudkan pernyataannya dalam waktu dekat ini,” ungkap Bang Aziz.
Lebih lanjut, Bang Aziz, menambahkan, apabila gubernur tidak mampu mewujudkan forum diskusi terbuka tersebut, publik dapat menilai bahwa gubernur tidak memiliki keberanian membuka dokumen publik yang diklaim telah selesai ini.
“Gubernur meminta baca FS, tapi dokumen FS saja tidak pernah dipublikasikan. Jika gubernur berani, KAHMI menantang untuk bikin seminar terbuka agar kita uji bersama dokumen FS-nya” tutup Bang Aziz.




Tinggalkan Balasan