Ternate – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate menyatakan sikap tegas terhadap rencana pengembangan proyek panas bumi oleh PT Ormat Geothermal Indonesia di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu, Halmahera Barat, Minggu (1/3).
Sebagaimana diketahui, PT. Ormat Geothermal Indonesia merupakan anak usaha dari Ormat Technologies, Inc., perusahaan energi terbarukan global yang didirikan pada 1965 oleh Lucien Y. Bronicki dan Dita Bronicki di Yavne, Israel, dengan fokus awal pada teknologi turbin siklus organik (Organic Rankine Cycle/ORC).
Pada Januari 2026, perusahaan tersebut memenangkan lelang Wilayah Kerja Panas Bumi Telaga Ranu yang terletak di Kecamatan Sahu, Halmahera Barat, Maluku Utara.
Namun, HMI Cabang Ternate menilai bahwa kawasan Telaga Ranu selama ini dikenal masyarakat sebagai kawasan ekowisata alam dan ruang hidup yang memiliki nilai ekologis serta sosial-budaya tinggi, bukan semata-mata wilayah eksploitasi energi.
Ketua bidang perguruan Tinggi kemahasiswaan dan kepemudaan HMI Cabang Ternate dalam pernyataannya menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan pengamatan terhadap tata ruang RT/RW Halmahera Barat dan menemukan bahwa kawasan Telaga Ranu di Kecamatan Sahu selama ini difungsikan sebagai kawasan ekowisata alam, bukan sebagai wilayah konsesi industri.
“Kami menilai ada potensi konflik ruang dan ancaman terhadap keberlanjutan lingkungan hidup serta hak masyarakat lokal. Jika ruang hidup rakyat terancam, maka kami tidak akan tinggal diam,” tegasnya.
HMI Cabang Ternate menyatakan siap mengerahkan 500 kader untuk melakukan aksi hari Senin 2 Maret 2026, dan konsolidasi, advokasi, serta aksi protes sebagai bentuk perlawanan terhadap proyek yang dianggap berpotensi merusak ekosistem dan mengabaikan aspirasi masyarakat.
HMI juga menekankan bahwa perjuangan mereka adalah perjuangan konstitusional untuk menjaga lingkungan dan mempertahankan hak rakyat atas ruang hidup yang berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar soal proyek, ini soal masa depan generasi Maluku Utara. Jika pemerintah dan perusahaan mengabaikan suara rakyat, maka gelombang aksi akan terus membesar,” tambahnya.


























Tinggalkan Balasan