Ternate – Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Provinsi Maluku Utara (Malut), mendesak Polres Halmahera Tengah (Halteng) menindak tegas oknum-oknum yang dengan sengaja melakukan bisnis BBM ilegal, tidak terkecuali PT. Five-Star.
Ketua LSM LIRA Malut, Said Alkatiri, kepada media ini Minggu (15/3) menegaskan bahwa praktik bisnis BBM ilegal, yang diduga dilakukan oleh kapal tengker miliki PT. Five-Star di wilayah perairan Halteng tepatnya diperairan Desa Waibulen ini, terjadi sudah cukup lama dan ini sangat meresahkan warga setempat.
“Berdasarkan hasil investigasi tim kami bahwa praktik bisnis BBM yang diduga ilegal ini, terjadi sudah cukup lama bahkan warga sekitar pun cukup merasa resah dengan kegiatan bunker BBM diatas laut yang dilakukan oleh kapal tengker miliki PT. Five-Star. Dikarenakan kegiatan ini telah membawa dampak serius atas pencemaran laut sekitar perairan desa dimaksud,” pungkas Said.
Lanjut, Said, tindakan yang diduga ilegal ini sudah seharusnya ditindak tegas oleh pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Polres Halteng, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas segala pelanggaran hukum yang terjadi di wilayah tersebut.
“Olehnya itu atas nama LIRA Malut secara kelembagaan kami mendesak pihak Polres Halteng untuk mengusut tuntas dugaan bisnis BBM ilegal di perairan Waibulen tersebut, dan segera menindak tegas oknum yang terlibat sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Said.
Said, juga meminta agar Polair baik Polda Malut maupun Polres Halteng, agar meningkatkan intensitas giat patroli di wilayah perairan Halteng, khususnya di titik-titik yang menjadi wilayah operasi para bandit BBM ilegal tersebut, agar ini tidak merugikan masyarakat sekitar secara ekonomi maupun lingkungan.
“Jika punya ijin harusnya kapal-kapal tersebut melakukan bunker di dermaga atau pelabuhan-pelabuhan resmi milik pemerintah, agar aktifitas mereka dapat diawasi oleh pihak otoritas terkait, bukan malah melakukan banker di tengah laut,” ujar Said.
Sementara itu pihak manajemen PT. Five-Star, hingga berita ini dipublish belum merespon upaya konfirmasi awak media via chat WhatsApp.

























Tinggalkan Balasan