Labuha – Ditetapkan jadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) tahun 2026. Desa Laromabati, Kecamatan Kayoa Utara, menghadapi dua permasalahan utama yakni fasilitas jalan dan air bersih.

Persiapan Desa Laromabati untuk menyambut ratusan peserta dan pengunjung MTQ Halsel tahun 2026 ini, ada dua hal yang paling krusial dan tentu ini menjadi perhatian semua pihak, yakni kondisi jalan raya dan ketersediaan air bersih di lokasi acara. Hal ini disampaikan Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Laromabati (IPMAL), Sahrul R. Bakri, melalui keterangan resminya pada Minggu 13 Maret 2026.

“Jalan utama yang menghubungkan Desa Laromabati yang merupakan pusat ibu kota Kecamatan Kayoa Utara dan Desa Guruapin pusat ibu kota Kecamatan Kayoa Induk, serta desa-desa yang lain memiliki panjang kurang lebih 17 kilometer. Saat ini, sebagian besar ruas jalan dalam kondisi kurang baik banyak bagian yang berlubang, bergelombang, dan berlumpur saat turun hujan,” pungkas Sahrul.

Menurut, Sahrul, kondisi ini tentu menjadi masalah besar karena selama MTQ berlangsung, akan ada banyak kendaraan yang masuk ke lokasi kegiatan, mulai dari mobil pengantar peserta, truk membawa perlengkapan acara, hingga kendaraan masyarakat yang ingin menyaksikan kegiatan.

“Jika kondisi jalan seperti tidak diperbaiki, maka akan ada risiko terjadinya kemacetan pada saat kegiatan berlangsung, bahkan resiko kecelakaan pun tidak dapat dihindari, yang mana ini bisa mengganggu jalannya kegiatan MTQ dimaksud,” ujar Sahrul.

Sahrul, menambahkan jalan menuju lokasi utama MTQ tepatnya di lapangan bola Laromabati juga masih berupa tanah dan atau belum di aspal, sehingga tidak menutup kemungkinan jika masuk musim penghujan, maka jalan tersebut tidak dapat dilalui baik peserta maupun warga yang ingin menyaksikan jalannya MTQ dimaksud.

“Dengan kondisi seperti ini sangat dikhawatirkan dapat menggangu jalannya kegiatan, hingga berimbas pada terganggunya konsentrasi peserta yang hadir dalam kegiatan MTQ dimaksud,” ungkap Sahrul.

Lebih lanjut, Sahrul, menambahkan selain kondisi jalan, ketersediaan air bersih juga merupakan salah satu persoalan yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Sebab air bersih ini juga merupakan kebutuhan pokok, yang harus dipenuhi sepanjang kegiatan MTQ ini berlangsung.

“Air bersih di Desa Laromabati saat ini bersumber dari sumur bor dan mata air alam, yang hanya cukup untuk melayani kebutuhan sehari-hari warga setempat yang berjumlah kurang lebih 1.000 jiwa. Sehingga ini tidak mungkin mampu melayani kontingen MTQ, yang hadir dari 30 kecamatan se-Halsel, karena dipastikan lonjakan jumlah jiwa selam kegiatan berlangsung, akan mencapai 2.000 hingga 3.000 orang.

Oleh karena itu kata, Sahrul, tanpa persiapan penambahan pasokan air bersih, maka ini juga akan dapat menggangu jalannya kegiatan ini. Sebab air bersih ini merupakan kebutuhan dasar, yang wajib untuk dipenuhi karena banyak hal selama kegiatan berlangsung ini sangat membutuhkan ketersediaan air bersih.

“Apabila ini tidak ada solusi, maka para peserta atau kontingen MTQ dan pengunjung akan kesulitan mendapatkan air bersih yang cukup, dan ini bisa menyebabkan masalah yang cukup kompleks, dan resikonya akan sulit untuk diatasi,” cetus Sahrul.

Sahrul, mengaku untuk memenuhi ketersediaan air bersih selama MTQ berlangsung, maka beberapa minggu terakhir ini masyarakat Laromabati suda memasang tangki penyimpanan air bersi, untuk nantinya dapat bekerja sama dengan pihak terkait guna menyediakan air dengan truk tangki selama masa kegiatan.

“Persoalan jalan dan air bersih bukan hanya masalah teknis, tapi ini juga berkaitan dengan kehormatan Desa Laromabati khusunya dan Kecamatan Kayoa Utara pada umumnya, dalam menyambut kegiatan tingkat Kabupaten tersebut. Dengan demikian maka kami minta kepada pihak yang berwenang, agar segera mengambil tindakan guna memastikan kedua persoalan tersebut bisa diatasi sebelum waktu MTQ tiba,” tutup Sahrul.

Publikmalut.com
Editor