Tobelo – Sudah hampir satu dekade masyarakat Desa Dedeta, Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) hidup berdampingan dengan talud yang rusak tanpa adanya perhatian serius dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Waktu terus berjalan, pergantian program pembangunan terus diumumkan, tetapi kondisi talud di Desa Dedeta ini seakan terlupakan. Padahal, talud memiliki peran penting sebagai penahan tanah dan pelindung permukiman warga dari ancaman longsor maupun abrasi.

M. Rafsan, salah satu tokoh pemuda Desa Dedeta, kepada media ini Kamis (26/3) menyampaikan bahwa selama bertahun-tahun, masyarakat hanya bisa berharap agar pemerintah membuka mata terhadap kondisi yang mereka hadapi setiap hari. Retakan, kerusakan, dan potensi bahaya yang ditimbulkan bukanlah persoalan kecil.

“Jika hal ini dibiarkan terus menerus oleh Pemda Halut, maka bukan hanya infrastruktur yang rusak, akan tetapi keselamatan warga juga bisa terancam,” pungkas Rafsan.

Ironisnya lanjut, Rafsan, di tengah berbagai proyek pembangunan yang sering digembar-gemborkan, talud di Desa Dedeta justru belum juga menjadi prioritas. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat. “Apakah harus menunggu bencana terlebih dahulu agar mendapat perhatian?”

“Pemerintah seharusnya tidak menunggu sampai kerusakan menjadi lebih parah. Sebab seyogyanya pembangunan yang adil tidak hanya terlihat di kota atau daerah yang mudah dijangkau, akan tetapi harus menyentuh hingga ke pelosok desa yang membutuhkan perlindungan infrastruktur dasar seperti talud ini,” tegas Rafsan.

Rafsan, menegaskan bahwa mendengar dan menanggapi keluhan masyarakat adalah bagian dari tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan. Olehnya itu Pemda Halut wajib memberi perhatian penuh, dan segera memenuhi tuntutan warga tersebut sebagai bentuk tanggung jawab selaku pelayanan masyarakat.

“Sudah waktunya pemerintah dalam hal ini Pemda Halut turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan, agar perbaikan talud Desa Dedeta dapat dijadikan prioritas dalam pemrograman pembangunan kedepan. Karena bagi masyarakat, ini bukan sekadar bangunan penahan tanah, tetapi ini adalah soal keamanan, kenyamanan, dan kepastian bahwa mereka juga diperhatikan sebagai bagian dari warga Halut,” tutup Rafsan.

 

Publikmalut.com
Editor