PUBLIK-MALUT.COM – Potensi kejutan terbesar Piala Dunia 2026 nyaris terwujud di Atlanta, namun berakhir menjadi skandal yang memicu gelombang kemarahan di seluruh dunia. Timnas Mesir yang tampil gemilang dan sempat memimpin 2–0, akhirnya harus menelan kekalahan 2–3 dari juara bertahan Argentina—kekalahan yang diyakini banyak pihak diwarnai serangkaian keputusan kontroversial wasit Francois Letexier.
Kekecewaan mendalam ini segera meluas ke ruang publik digital. Melalui akun Instagram pribadinya @thetwinhassan, Pelatih Kepala Mesir Hossam Hassan membagikan foto sang wasit dengan keterangan singkat namun menusuk: “Dunia sedang menyaksikan..” Unggahan ini langsung membanjiri dukungan, meraih lebih dari 328 ribu suka serta ribuan komentar dalam waktu singkat.
Di atas lapangan, perjalanan kemenangan Argentina sarat drama yang dipertanyakan. Mulai dari gol Mostafa Zico yang dianulir lewat peninjauan VAR, hingga pelanggaran yang dialami Mohamed Salah di kotak penalti yang sama sekali tidak digubris wasit—kejadian yang berlangsung sesaat sebelum gol penentu kemenangan Argentina tercipta.
Di ruang ganti, emosi Hassan meluap tak terbendung karena merasa timnya telah dirampok hak kemenangannya.
“Kami tidak merasakan sedikit pun rasa hormat atau jiwa olahraga. Terasa jelas adanya tekanan dari pihak Argentina yang memengaruhi keputusan wasit, hingga melahirkan situasi seperti ini,” tegasnya.
“Hidup memang tidak selalu adil, dunia pun demikian. Namun, mengapa keadilan harus hilang dari dunia olahraga?”
Hassan kemudian mengutip Surat Ali Imran ayat 173 untuk meluapkan frustrasinya atas hancurnya harapan satu bangsa.
“Wasit telah bertindak tidak adil. Cukuplah Allah menjadi penolongku, Dia sebaik-baik pelindung. Perjuangan satu bangsa telah diabaikan begitu saja. Seolah trofi ini memang sudah ditakdirkan untuk Argentina.”
“Seluruh dunia melihat dengan jelas: pertandingan ini sudah diatur.”
“Satu hal yang ingin saya sampaikan: jika tujuannya memang ingin Argentina menjadi juara Piala Dunia ini, untuk apa menyusahkan tim lain dengan mengundang mereka bertanding?”
Amarah serupa juga dilontarkan penyerang Mesir, Mostafa Zico.
“Wasit tidak memimpin pertandingan dengan baik dan adil. Ketidakadilannya terlihat nyata sejak peluit awal berbunyi. Ia seolah tidak ingin kami meraih kemenangan malam ini.”
“Ini bukan kesalahan kami. Pertandingan ini jelas-jelas sudah diatur. Selamat kepada Argentina atas gelar juara Piala Dunia berikutnya—sepertinya memang begitu jalannya,” tutup Zico dengan nada getir.








Tinggalkan Balasan