Halsel – Kelompok Penerima Bantuan (KPB) Lahan Percontohan (Demplot) Program TEKAD di Desa Matentengin, Kecamatan Pulau Makian, mencatat capaian membanggakan setelah berhasil melaksanakan panen perdana komoditas tomat di lahan seluas 1 hektare. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan anggaran Demplot Program TEKAD mampu mendongkrak produktivitas pertanian sekaligus memperkuat tatanan ekonomi masyarakat desa.
Dipimpin oleh Ketua Kelompok Hamadali Siraju bersama sepuluh anggotanya, panen perdana ini menghasilkan 1,2 ton tomat. Dengan harga pasar yang berlaku Rp20.000 per kilogram, kelompok berhasil meraih pendapatan total sebesar Rp24.000.000. Capaian awal ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus memicu semangat seluruh anggota untuk terus memperluas dan mengembangkan usaha tanaman hortikultura.
Kegiatan demplot tomat ini disiapkan secara matang untuk menjawab akar permasalahan yang selama ini menghambat kemajuan pertanian setempat: rendahnya produktivitas lahan, terbatasnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam teknik budidaya hortikultura, kecilnya perolehan pendapatan rumah tangga petani, serta belum tersedianya contoh usaha tani yang berhasil sebagai media pembelajaran nyata bagi warga desa.
Tomat dipilih sebagai komoditas unggulan bukan tanpa alasan: permintaan pasar yang tinggi, masa panen relatif singkat yakni 70 hingga 90 hari, nilai jual yang menguntungkan, serta sangat cocok dengan karakteristik tanah dan iklim Desa Matentengin. Komoditas ini juga menjamin perputaran modal yang lebih cepat, sehingga berpotensi nyata meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok.
Seluruh tahapan budidaya dilaksanakan dengan standar tata kelola yang baik. Dimulai dari persiapan lahan meliputi pembersihan area tanam, pembuatan bedengan, pemberian pupuk organik, pemasangan mulsa plastik, hingga pembuatan saluran drainase yang memadai. Benih unggul kemudian disemaikan dan dipindahkan ke lahan utama setelah berumur 21–28 hari. Perawatan dilakukan secara berkelanjutan, meliputi pemasangan ajir, penyiraman teratur, pemupukan berimbang, penyiangan gulma, pemangkasan tunas, serta pengendalian hama dan penyakit secara berkala hingga tanaman siap dipanen.
Dana Demplot Program TEKAD dimanfaatkan secara tepat sasaran, efektif, dan transparan untuk memenuhi seluruh kebutuhan proses budidaya: mulai dari pengadaan benih unggul, pupuk, mulsa plastik, ajir, sarana pengendalian hama dan penyakit, hingga kebutuhan operasional lainnya yang telah disusun dalam rencana usaha kelompok. Pengelolaan dana yang tertib menjadi salah satu kunci utama keberhasilan hasil panen kali ini.
Kesuksesan ini juga berkat pendampingan menyeluruh yang diberikan oleh Penyuluh Teknis, Fasilitator Kecamatan, serta Kader Desa. Bimbingan diberikan sejak tahap perencanaan, penyusunan rencana usaha, pelaksanaan teknis budidaya, pemantauan pertumbuhan tanaman, hingga proses panen. Melalui pendampingan tersebut, kelompok tidak hanya memanen hasil, tetapi juga menguasai ilmu dan keterampilan dalam menerapkan teknik pertanian yang benar, sehingga mampu mengatasi berbagai kendala yang muncul di lapangan.
Keberhasilan panen perdana ini menegaskan bahwa Demplot Program TEKAD bukan sekadar lahan percontohan semata, melainkan menjadi ruang belajar nyata bagi masyarakat untuk menerapkan teknologi budidaya yang lebih maju, meningkatkan hasil produksi, serta membuka jalan bagi peningkatan pendapatan keluarga.
Ke depannya, capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh warga Desa Matentengin untuk terus mengembangkan usaha pertanian hortikultura secara berkelanjutan. Bagi sebagian besar anggota kelompok yang sebelumnya hanya mengandalkan mata pencaharian dari sektor perkebunan, budidaya tomat ini kini menjadi sumber penghasilan tambahan yang andal – mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga sekaligus menunjang biaya pendidikan anak-anak mereka.








Tinggalkan Balasan