Ternate – Universitas Khairun (Unkhair) Ternate membentuk tim khusus untuk mendukung pencarian seorang dosen hilang akibat kecelakaan PM Indriyani di perairan Desa Bibinoi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Keputusan tersebut diambil dalam rapat pimpinan Unkhair, yang berlangsung di Bella Hotel, Kelurahan Jati, Ternate Selatan.

Rektor Unkhair, Prof. Abdullah, dalam rapat tersebut mengatakan, pembentukan tim pencarian ini merupakan respons cepat pimpinan Universitas, atas kecelakaan laut yang menimpa salah satu kapal long boat diperairan Bibinoi, Halsel pada Jum’at 23 Januari 2026 kemarin, yang mengakibatkan hilangnya salah satu Dosen Unkhair Ternate.

Menurut, Prof. Abdullah, sebelum insiden terjadi, lima dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unkhair Ternate tengah menjalankan penelitian terkait sejarah dan budaya di sejumlah desa tua di wilayah Obi, Halsel.

“Lima dosen FIB Unkhair Ternate ini sedang melakukan penelitian sejarah dan budaya di wilayah Obi. Namun, dalam perjalanan menuju Desa Piga Raja, kapal yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan,” pungkas Prof. Abdullah.

Lanjut, Prof. Abdullah, berdasarkan data yang diterima pihak universitas, dari total penumpang kapal long boat tersebut berjumlah 59 orang. Dimana 57 orang dilaporkan selamat, 1 orang meninggal dunia, dan satu penumpang atas nama Dr. Wildan hingga kini masih dinyatakan hilang.

“Jadi dari 59 orang penumpang kapal long boat tersebut, 1 orang belum ditemukan dan ini merupakan dosen kami dari Fakultas Ilmu Budaya,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, lanjut Prof. Abdullah, mendorong Unkhair untuk tidak hanya menunggu informasi dari pihak terkait, tetapi turut terlibat langsung di lapangan guna membantu pencarian korban.

“Karena hingga hari ini belum ditemukan rekan kami yang hilang dalam kecelakaan dimaksud, maka kami memandang perlu membentuk tim untuk turun langsung ke lokasi kejadian yakni di Halsel, untuk membantu tim SAR dalam pencarian korban,” tegas Prof. Abdullah.

Prof. Abdullah, menambahkan bahwa pihak Unkhair akan terus berkoordinasi intensif dengan Tim SAR gabungan, serta instansi terkait guna memperoleh perkembangan terbaru dari lokasi kejadian.

Ia juga mengaku dalam rapat tersebut pihaknya menetapkan sebanyak lima personel Unkhair, masuk dalam tim pencarian korban dan akan diberangkatkan ke Halsel, untuk bergabung dalam proses pencarian.

“Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusi terhadap musibah, yang menimpa salah satu anggota sivitas akademika Unkhair Ternate yang hilang dalam tragedi kecelakaan kapal long boat tersebut,” tutup Prof. Abdullah.

Untuk diketahui rapat tersebut dipimpin langsung Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM, yang dihadiri Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Hasan Hamid, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni, Abdul Kadir Kamaluddin, S.P., M.Si, serta Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK) Unkhair, Ir. Nurdewi Rizka, S.P., M.Pd.

Publikmalut.com
Editor