Ternate – Warga RT. 015/RW. 005, Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, terpaksa membuka lahan kebun dan menanam pisang di area jalan raya, akibat dari jalan berlubang dan rusak parah tapi tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate.

Ama, salah satu warga setempat kepada media ini Selasa (10/3), menyampaikan bahwa proses penanaman pisang di jalan raya depan RSUD Chasan Boesorie Ternate, ini merupakan bagian dari ungkapan kekecewaan serta aksi protes masyarakat terhadap kinerja Pemkot Ternate.

“Tindakan ini bukan berarti kami melawan aturan, melainkan ini bagian dari ungkapan rasa kecewa kami terhadap kinerja Pemkot Ternate, dibawa nahkoda Dr. M. Tauhid Soleman, M.Si saat ini. Bahwa tidak ada cara lain untuk melakukan aksi protes, selain melakukan gerakan seperti ini,” pungkasnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak pernah meminta pemerintah untuk membelikan Sembako, atau memberi bantuan berupa uang dan lain-lain. Masyarakat hanya menginginkan agar pemerintah selaku penanggung jawab pembangunan daerah, agar lebih jeli memperhatikan fasilitas umum terutama jalan raya.

“Selaku masyarakat kami tidak meminta apapun, kecuali mengharapkan perhatian serius pemerintah terhadap stabilitas pembangunan daerah, yang bermuara pada kepentingan umum seperti perbaikan jalan raya yang mengalami kerusakan,” tegasnya.

Ama, menjelaskan bahwa jalan merupakan fasilitas umum yang sangat krusial, yang wajib mendapat perhatian khusus oleh pemerintah. Sebab dengan adanya jalan ini dapat menopang pertumbuhan ekonomi daerah, khusunya ekonomi masyarakat.

“Oleh karena itu dengan adanya aksi penanaman pisang di jalan yang berlubang ini, kami berharap ini mendapat tanggapan serius dari Pemkot Ternate, agar dapat segera melakukan perbaikan jalan dimaksud sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, seperti lakalantas dan lainya,” ujar Ama.

Selain itu lanjut, Ama, pihaknya juga berharap kepada anggota DPRD Kota Ternate, selaku penyambung lidah rakyat agar benar-benar serius mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Kami juga meminta kepada anggota DPRD Kota Ternate, agar lebih serius mengawal aspirasi masyarakat, jangan hanya menunggu momen reses lalu datang ngomong sekedar menggugurkan tanggung jawab, kemudian pulang diam dan bermain dibalik meja kekuasaan bersama pemerintah daerah, untuk meraup keuntungan pribadi,” tutupnya.

Publikmalut.com
Editor