Ternate — Abdul Kadir Uswanas (AKU), yang akrab disapa Dedi, secara resmi menyerahkan formulir pendaftaran calon Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku Utara untuk periode 2026–2029 kepada Panitia Pengarah (Steering Committee/SC) Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub), pada Sabtu (30/5). Penyerahan ini menjadi penegas keseriusan Dedi untuk bertarung dalam kontestasi pemilihan pucuk pimpinan organisasi pengusaha muda tersebut.

Tahapan pengembalian formulir sendiri telah dibuka oleh Tim Penjaga Amanah BPD HIPMI Maluku Utara sejak 28 Mei dan ditutup pada 30 Mei 2026. Dalam langkah pencalonannya, Dedi membawa dukungan resmi dari empat Badan Pengurus Cabang (BPC) di wilayah Maluku Utara, meliputi BPC HIPMI Ternate, Halmahera Utara, Halmahera Tengah, dan Pulau Morotai.

Bagi Dedi, penyerahan dokumen pendaftaran bukan sekadar pemenuhan prosedur administrasi organisasi, melainkan perwujudan niat tulus dan panggilan moral untuk merangkum seluruh harapan serta kepentingan seluruh BPC di Maluku Utara. Tujuannya adalah mengembalikan keutuhan organisasi dan mengarahkannya pada kemajuan yang lebih nyata.

“Penyerahan formulir ini adalah bukti keseriusan dan itikad baik kami untuk merangkul seluruh aspirasi BPC se-Maluku Utara. Kami bertekad menjadikan HIPMI Malut sebagai rumah besar yang menyatukan seluruh potensi kader dan pengusaha muda, demi kejayaan organisasi,” tegas Dedi.

Ia menekankan bahwa dukungan yang diberikan oleh pengurus cabang di tingkat kabupaten dan kota merupakan amanah besar yang wajib dijaga penuh tanggung jawab. Oleh sebab itu, Dedi berkomitmen membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada semua pihak, guna memastikan seluruh rangkaian Musdalub berjalan kondusif, lancar, dan tetap berlandaskan semangat persaudaraan.

“Dukungan dari rekan-rekan di daerah adalah kepercayaan yang sangat berharga. Komitmen kami adalah senantiasa berkomunikasi dengan semua elemen, agar proses demokrasi organisasi ini berjalan baik dan menjaga kebersamaan antar-kader,” ujarnya.

Lebih jauh, Dedi menegaskan pandangannya bahwa kontestasi kepemimpinan bukanlah ajang untuk menciptakan perpecahan atau sekat di internal organisasi. Sebaliknya, momen pemilihan ini harus dimaknai sebagai sarana konsolidasi untuk memperkokoh posisi dan peran HIPMI Maluku Utara ke depan.

Ia juga menilai seluruh kandidat yang maju memiliki dedikasi dan kepedulian yang sama besarnya terhadap masa depan organisasi. Persaingan sehat diharapkan tidak menghilangkan rasa persaudaraan antar-kader.

“Bagi saya, seluruh kandidat yang maju adalah kader terbaik yang sama-sama mencintai HIPMI Malut. Perbedaan pilihan tidak boleh memisahkan kita. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga persatuan dan menjadikan Musdalub ini sebagai titik tolak penguatan organisasi kita,” tambahnya.

Sebagai informasi, Musdalub BPD HIPMI Maluku Utara dijadwalkan menjadi forum strategis untuk menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan baru organisasi. Forum ini juga bertujuan memperkuat konsolidasi internal, sekaligus mendorong peran aktif pengusaha muda dalam mendukung percepatan pembangunan ekonomi daerah.

Publikmalut.com
Editor