Ternate – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tahap I Universitas Khairun (Unkhair) Ternate melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi pemanfaatan serta pengelolaan sampah di Kelurahan Tabona, Kecamatan Ternate Selatan, Rabu (15/7). Mengusung tema “Gerakan Edukasi Sampah untuk Mewujudkan Kelurahan Tabona yang Bersih, Sehat, dan Peduli Lingkungan”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa berupaya menanamkan pemahaman bahwa pengelolaan sampah yang tepat menjadi langkah strategis menjaga kualitas lingkungan sekaligus melindungi kesehatan warga.
Permasalahan sampah di Kota Ternate semakin mendesak seiring bertambahnya jumlah penduduk dan pola konsumsi masyarakat yang terus meningkat. Tanpa penanganan yang benar, sampah berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, memicu berbagai penyakit, menyumbat saluran drainase hingga menyebabkan banjir, serta menurunkan kenyamanan lingkungan permukiman. Oleh karena itu, pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat rumah tangga dinilai sebagai kunci utama mengurangi volume limbah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dalam penyampaian materi, mahasiswa memperkenalkan klasifikasi sampah organik dan anorganik, teknik pemilahan sejak rumah tangga, serta penerapan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R). Fokus utama juga diberikan pada pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomis.
Salah satu materi yang paling menarik perhatian warga adalah pembuatan ecobrick, yaitu teknik pemadatan sampah plastik ke dalam botol bekas hingga padat dan kokoh. Bahan ini dapat dijadikan alternatif material bangunan sederhana untuk membuat kursi, meja, fasilitas taman bermain, hingga pembatas jalan atau taman. Selain mengurangi tumpukan limbah plastik yang sulit terurai, ecobrick mengubah sampah menjadi barang yang bermanfaat secara langsung.
Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan cara mendaur ulang gelas plastik bekas kemasan minuman menjadi kerajinan bernilai jual. Melalui tahapan pencucian, pemilahan, dan perangkaian, limbah tersebut dapat diubah menjadi keranjang serbaguna, wadah penyimpanan, tempat buah, hingga hiasan rumah. Produk-produk ini berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan yang menambah pendapatan warga jika dikelola secara berkelanjutan.
“Selama ini sampah sering dianggap barang tak berguna, padahal bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat jika dikelola dengan tepat. Lewat pembuatan ecobrick dan kerajinan daur ulang, warga tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dari limbah sehari-hari,” ujar Sekretaris Kelompok KKN Reguler Tahap I Unkhair.
Kegiatan ini disambut antusiasme tinggi oleh warga Kelurahan Tabona. Terlihat dari tingginya partisipasi saat sesi penyampaian materi maupun diskusi mengenai cara menerapkan pengelolaan sampah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa menegaskan keberhasilan penanganan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Langkah sederhana seperti memilah sampah di rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan memanfaatkan kembali barang bekas menjadi pondasi menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.
Ke depannya, diharapkan terbentuk sinergi yang kuat antara warga, pemerintah kelurahan, dan mahasiswa untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. Langkah ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait kesehatan masyarakat, lingkungan bersih, pola konsumsi dan produksi bertanggung jawab, serta pembangunan permukiman berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap gerakan peduli sampah menjadi awal terbentuknya budaya hidup bersih di Kelurahan Tabona, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah sebagai sumber daya yang bernilai guna dan menyejahterakan masyarakat.








Tinggalkan Balasan