Jailolo – Dengan adanya tragedi mobil truk lintas karam di perairan dermaga Ferry Sofifi, akibat patahnya ramdor KMP. Permata Lestari V saat dilintasi mobil dimaksud, pada Rabu dinihari kemarin. Hal ini memantik perhatian publik, tidak terkecuali Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kerukunan Sopir Lintas (KSL), Kabupaten Halmahera Barat (Halbar).

Ketua DPC KSL Halbar, Hong Sumbala, kepada media ini Kamis (5/2) mengatakan bahwa kejadian di dermaga Ferry Sofifi, yang mengakibatkan salah satu mobil truk lintas jatuh dan karam ke dasar laut. Ini tentu menjadi pengingat untuk kita semua, terutama pihak penyelenggara pelabuhan dan pemilik kapal Ferry dalam hal ini PT. Atosim Lampung Pelayaran (ALP).

“Kejadian ini tentu menjadi pengingat untuk kita semua. Olehnya itu DPC KSL Halbar, secara kelembagaan meminta kepada pihak penyelenggara pelabuhan, dalam hal ini Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara (Malut), KSOP Kelas II Ternate, BPTD Bastiong Ternate dan ASDP Cabang Ternate, agar lebih jeli dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” pungkas Hong.

Hong, juga mendesak kepada pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Malut, agar meninjau kembali ijin operasional PT. ALP Cabang Ternate, terutama ijin berlayar yang dikeluarkan untuk kapal Ferry milik PT. ALP, khusunya KMP. Aeng Mas, rute Ternate – Sidangoli. Dimana kapal tersebut dinilai sudah tidak layak berlayar.

“Demi keselamatan berlayar dan mencegah terjadinya kecelakaan seperti yang terjadi di dermaga Ferry Sofifi kemarin, maka kami minta dengan tegas kepada pihak Dishub Malut, agar meninjau kembali ijin operasi KMP. Aeng Mas dikarenakan kapal tersebut sudah tidak layak lagi untuk berlayar,” tegas Hong.

Menurut, Hong, KMP. Aeng Mas ini sudah banyak mengalami kerusakan mulai dari keropos dibagian ramdor hingga tidak memiliki Ballast Water (Air Ballast), dimana ini diletakkan dalam lambung kapal untuk mengatur stabilitas keseimbangan, dan sarat air (draft) kapal.

Ia juga mengaku bahwa setiap pemuatan awak kapal melarang agar tidak dinaikkan mobil truk TB lintas, dengan alasan bahwa ramdor kapal sudah keropos sehingga ditakuti jangan sampai patah, jika dipaksa naik mobil truk lintas yang berkapasitas besar. Bahkan mobil yang dimuat pun harus memiliki berat yang sama, ini dilakukan guna mengganti Air Ballast untuk keseimbangan kapal sebelum berlayar.

“Jika ini tidak menjadi perhatian serius oleh pemerintah maka dijamin akan terulang kembali kejadian, yang tidak kita inginkan bersama ini seperti yang terjadi di dermaga Ferry Sofifi satu hari yang lalu,” ujar Hong.

Lebih lanjut, Hong, menekankan bahwa keselamatan penumpang, serta barang dan jasa harus diutamakan, olehnya itu pemerintah harus lebih serius dalam memberikan pelayanan, khususnya perhubungan laut.

Hong, juga meminta kepada pihak ASDP Ternate, agar tidak lagi memberikan fasilitas dermaga ASDP untuk KMP. Aeng Mas, rute Ternate – Sidangoli, sebab kapal tersebut sudah sangat tidak layak digunakan.

Publikmalut.com
Editor