Tobelo – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Dr. Kasman H. Ahmad, S.Ag., M.Pd, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (MUSDA) Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Halut, Provinsi Maluku Utara (Malut), Minggu (15/2).
Musda yang mengusung tema “Satu Hati, Satu Tujuan: Mengukuhkan Semangat Kekeluargaan dengan Meneladani Falsafah Luhur Pobinci-Binciki Kuli” ini menjadi momentum penting dalam mempererat persatuan dan memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat yang majemuk.
Ayahanda Kace, sapaan akrab Dr. Kasman H. Ahmad, S.Ag., M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan keluarga besar Buton di Halmahera Utara bukan lagi sekadar komunitas perantau, melainkan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas sosial daerah.
“Di Halut ini terdapat 17 kecamatan dan 196 desa, terbentang dari Pasir Putih hingga Apulea. Kalau kita berjalan dari Pasir Putih sampai Apulea, tidak ada satu pun kampung yang tidak terdapat keluarga Buton di dalamnya. Artinya, keluarga Buton di Halmahera Utara sudah menjadi keluarga sendiri,” pungkas Ayahanda Kace, yang juga merupakan Ketua DPW PAN Malut tersebut.

Lanjut Ayahanda Kace, kondisi tersebut mencerminkan kuatnya integrasi sosial yang telah terbangun selama ini. Karena itu, saya mengajak seluruh keluarga besar KKST untuk terus menjaga kekompakan, mempererat silaturahmi, serta berkontribusi aktif dalam Pembangunan Daerah.
“Maka pentingnya meneladani falsafah luhur Pobinci-Binciki Kuli, yang mengandung makna saling merasakan satu sama lain. jika satu terluka maka semua ikut merasakan. Nilai ini, menurutnya, sangat relevan dalam memperkuat solidaritas dan kebersamaan di tengah keberagaman,” ujar Ayahanda Kace.
Menurut Ayahanda Kace, semangat kebersamaan dan kekeluargaan harus terus dirawat. KKST harus menjadi contoh dalam menjaga persatuan, mendukung stabilitas daerah, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan Halmahera Utara.
“Atas nama Pemerintah Daerah kami berharap Musda KKST Halut ini mampu melahirkan kepengurusan yang solid, program kerja yang terarah, serta komitmen bersama untuk terus memperkuat peran organisasi dalam membangun harmoni sosial dan mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan,” tutup Ayahanda Kace.







Tinggalkan Balasan