Tobelo – Tepat pukul 14.20 WIT siang, pada Jum’at, 6 Maret 2026 kemarin suasana haru pecah di Desa Salube, Kecamatan Loloda Kepulauan. Tak ada lagi wajah cemas saat hujan turun. Hal ini dikarenakan Jembatan Merah Putih (JMP) Polri yang dinanti-nanti kini sudah rampung 100%.

Kepada media ini, IPDA. Ikram Kadir, selaku koordinator tim dalam pekerjaan JMP Polri, melalui rilis resminya Sabtu (7/3) menyampaikan bahwa pembangunan JMP Polri ini merupakan bagian dari jawaban atas tragedi viral pada Desember 2025 lalu, di mana warga bertaruh nyawa menyeberangkan jenazah di sungai Salube dengan intensitas arus sungai yang berarus deras.

Lanjut, IPDA. Ikram, pembangunan JMP Polri ini merupakan misi kemanusiaan dan serta tanggung jawab sosial kita. Olehnya itu sejak Jum’at pagi kemarin tim Brimob yang saya pimpin bersama warga Salube, on time melakukan pekerjaan akhir yakni pengecetan pagar JMP Polri, dan dapat diselesaikan sebelum waktu shalat Jum’at.

“Keringat ini adalah bakti kami untuk masyarakat. Kami justru berterima kasih kepada seluruh warga Desa Salube atas kerja sama luar biasa,” ucap IPDA Ikram, penuh kerendahan hati saat momen ucapan terima kasih berlangsung.

Sementara itu, Kepala Desa Salube, Sabri Duduaka, mewakili warganya menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada institusi Polri, khusunya tim Brimob yang telah merelakan waktu dan tenaganya, untuk turun langsung ke lapangan dan membantu warga yang sedang kesulitan.

“Kami sungguh tidak menyangka doa kami dijawab secepat ini. Bantuan jembatan beton ini bukan sekadar bangunan fisik bagi kami, tapi penyambung urat nadi kehidupan. Untuk itu tak ada kata yang indah yang dapat kami ucapkan, selain ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada rekan-rekan Brimob, yang telah meluangkan waktu untuk membantu kami,” pungkas Sabri.

Selain itu, Sabri, juga mengaku bahwa untuk mobilisasi material ini dimuat lewat KM. Aksar 09 berkat bantuan Brimob. Ia juga mewakili masyarakat Salube, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga kepada Kapolda Malut dan Dansat Brimob Polda Malut.

“Kami yakin dan percaya dengan adanya JMP Polri ini maka tragedi masa lalu tidak akan terulang lagi. Oleh karena itu tidak ada hal istimewa yang dapat kami berikan, kecuali doa terbaik kami untuk semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, terutama kepada rekan-rekan Brimob,” ujar Sabri.

Terpisah tokoh pemuda Salube, Waldi H. Rauf, S.Hi, turut menyampaikan suaranya mewakili kaum milenial Desa Salub, bahwa kejadian Desember lalu adalah mimpi buruk dan trauma mendalam. Melihat orang tua menantang maut di tengah banjir bandang sangat menyayat hati.

“Namun hari ini, setelah melalui kerja keras bersama tim Brimob membangun JMP Polri, dan begitu melihat hasil dari kerja sama ini rasanya seperti ada sebuah keajaiban, yang datang dan mengubur semua mimpi buruk kami selam ini,” ungkap Waldi.

“Melihat Jembatan Merah Putih Polri berdiri megah rasanya seperti keajaiban, namun inilah kenyataannya kami harus mengakui bawa Polri tidak pernah diam dalam setiap melihat problem yang dialami masyarakat,” terang Waldi.

Waldi, juga mewakili kaum muda Desa Salube memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk personel Brimob, serta menyampaikan rasa syukur dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kapolda Malut dan jajarannya.

“Pada saat diresmikan oleh Dansat Brimob Polda Maluku Utara, maka bagi kami Jembatan ini akan menjadi kado terindah bagi warga Salube menjelang Idul Fitri tahun ini,” tutup Waldi.

Publikmalut.com
Editor