Ternate – Konferensi Cabang (Konfercab) ke-V Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Ternate resmi dibuka oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, Sujahri Somar. Kegiatan yang mengusung tema “Revitalisasi GMNI serta Membentuk Pemimpin yang Memiliki Rasa Nasionalisme” itu digelar di Caffe Muzaik, Ternate Selatan Kamis, (5/2).
Dalam sambutannya, Sujahri Somar menekankan pentingnya revitalisasi organisasi sebagai upaya membangkitkan kembali semangat perjuangan kader GMNI. Menurutnya, Konfercab tidak sekadar menjadi ajang pemilihan ketua cabang baru, melainkan momentum strategis untuk mendesain ulang arah gerak dan agenda perjuangan organisasi selama dua tahun ke depan, termasuk penguatan sistem kaderisasi.
Ia juga menitipkan pesan perjuangan kepada seluruh kader GMNI Kota Ternate agar mampu bersikap adaptif menghadapi dinamika lingkungan yang semakin kompleks, baik dalam konteks ekonomi maupun politik, di tingkat global, nasional, hingga lokal. “Lingkungan strategis yang terus berubah menuntut GMNI untuk peka dan mampu membaca arah zaman,” ujarnya.
Ketua Umum DPP GMNI turut menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada GMNI Maluku Utara yang telah membersamai perjuangan organisasi, khususnya dalam Kongres ke-XXII di Bandung hingga terpilih dirinya sebagai Ketua Umum DPP GMNI.
Lebih lanjut, Sujahri menegaskan bahwa GMNI merupakan organisasi kader sekaligus organisasi perjuangan dengan arah yang jelas. Ia menjelaskan, sejak era Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi, arena tempur GMNI hanya berada di dua ruang utama, yakni kampus dan masyarakat. Di kampus, GMNI bertugas memetakan politik kampus serta menguasai sentrum ideologi, sementara di masyarakat GMNI membangun basis perjuangan bersama petani, nelayan, tukang ojek, dan kelompok rakyat lainnya.
Menurutnya, arus transformasi zaman yang ditandai dengan kompleksitas tantangan menuntut GMNI memasuki pola perjuangan baru melalui pemanfaatan teknologi digital. Digitalisasi, kata dia, harus menjadi platform utama untuk mengkanalisasi dan mengkapitalisasi agenda perjuangan GMNI dan masyarakat. “Bukan teknologi yang memimpin gerakan, tetapi kitalah yang harus memimpin teknologi,” tegasnya.
Sujahri, juga menegaskan bahwa GMNI bukan partai politik dan tidak berafiliasi dengan kekuatan politik mana pun. Sebagai organisasi mahasiswa, GMNI harus tetap independen, bebas, dan aktif dalam mengkritisi kebijakan pemerintah tanpa intervensi pihak mana pun.
Ia menambahkan, GMNI merupakan ruang belajar bagi kader untuk mengasah gagasan dan cara berpikir kritis. Tradisi intelektual Bung Karno, yang menjadikan buku dan dialog kritis dengan tokoh-tokoh dunia sebagai sumber lahirnya ide dan imajinasi revolusioner, harus terus dihidupkan.
“Tanpa pertemuan kritis para pendiri bangsa dengan pemikiran dunia, Indonesia tidak akan pernah merdeka,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sujahri juga memaparkan sejumlah capaian DPP GMNI, di antaranya peluncuran Buletin GMNI dalam bentuk majalah yang telah didistribusikan ke kantor partai dan lembaga pemerintahan, aktivasi Redlab, serta pengembangan GMNI AI. Platform berbasis kecerdasan buatan itu dirancang untuk mempercepat kaderisasi dengan memuat literatur ajaran Bung Karno, AD/ART organisasi, database kepengurusan, hingga dokumen ideologis GMNI dalam satu sistem data terpadu.
Selain itu, DPP GMNI juga meluncurkan modul bahan ajar Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) sebagai bentuk komitmen penguatan ideologi kader. Di sisi lain, GMNI saat ini juga memberi perhatian serius terhadap isu lingkungan dan pertambangan, serta mendorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat.
Sujahri menutup sambutannya dengan menyoroti kondisi geopolitik global yang masih didominasi negara-negara adidaya dalam perebutan sumber daya alam, pasar, dan kekuatan militer. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan sekaligus pembelajaran bagi GMNI dalam merumuskan sikap dan arah perjuangan ke depan.
Konfercab V GMNI Kota Ternate ini turut dihadiri perwakilan Wali Kota Ternate, Ketua KNPI Kota Ternate, IMM Kota Ternate, GP Ansor Kota Ternate, GPM Maluku Utara, DPD GMNI Maluku Utara, serta PA GMNI Maluku Utara.









Tinggalkan Balasan