Jakarta – Menteri Koordinator Pangan (Menkopangan) Republik Indonesia, H. Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh. Dalam kunjungan tersebut Menkopangan RI ini juga memastikan ketersediaan pupuk dan harga gabah yang baik, sehingga dapat menjadi modal penting bagi petani untuk terus meningkatkan produksi.
Sebagaimana dilansir dari akun Instagram resmi kemenkopangan.go.id. Zulkifli Hasan, saat berdialog dengan petani di Aceh Besar pada 13 Juni 2026 kemarin, ia memastikan bahwa distribusi pupuk bersubsidi berjalan lancar tanpa ada kendala.
“Hingga Juni 2026, sebanyak 92.575 ton pupuk bersubsidi telah tersalurkan di Provinsi Aceh. Pemerintah juga akan terus memastikan stok pupuk bersubsidi dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam berlangsung,” pungkas Zulhas sapaan akrab H. Zulkifli Hasan.
Zulhas, menambahkan bahwa saat ini, harga gabah khusunya di Aceh Besar telah mencapai harga tertinggi yakni berkisar Rp7.000 per kilogram. Harga ini telah melampaui HPP Gabah yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Kondisi ini menjadi kabar positif bagi petani sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan nasional. Olehnya kami berharap situasi ini terus terjaga demi meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Untuk diketahui dalam kunjungan tersebut Menkopangan RI juga menyerahkan bantuan kepada Rembuk Tani, berupa 2 ton pupuk non subsidi (1 ton Nitera dan 1 ton Phonska Plus). Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.







Tinggalkan Balasan