Penulis; Supanji S. Tawari
Wandi… begitulah teman-teman sebayanya biasa memanggil. Namun, nama yang lebih akrab tersemat di hati sanubari adalah panggilan “Bongso”. Ia adalah sosok anak muda sejati yang sepanjang hidupnya memilih menjadi pengembara. Segala daya dan upaya ia curahkan, semata-mata demi kebahagiaan orang tua, kakak, dan adik-adiknya. Tak pernah keluh kesah terucap, tak pernah lelah menjadi alasan untuk berhenti. Baginya, berjalan jauh adalah takdir yang ia pilih, demi satu tujuan mulia: membahagiakan keluarga kecil yang ia cintai.
Pria tangguh ini dikenal penuh tanggung jawab. Jarak yang jauh dan jalan yang berliku bukanlah masalah yang harus dipersoalkan. Baginya, masalah sesungguhnya bukanlah seberapa jauh kaki melangkah, melainkan ketika langkah itu harus terhenti sebelum cita-cita tercapai. Dengan tekad yang kuat, ia terus melangkah menyusuri jalan kehidupan.
Namun, siapa yang sangka menyangka? Di sebuah malam yang hening, saat fajar mulai menyapa, datanglah sebuah kabar duka dari negeri seberang. Kabar yang datang di bawah bentangan langit itu seketika meluluhlantakkan hati Ayah dan Ibu yang tengah berdoa dalam penantian.
“Sang Pengembara Muda, Wandi, telah tiada.”
Begitu pesan yang disampaikan dari kejauhan. Saat suara lirih itu terdengar melalui sambungan telepon, seakan langit runtuh menimpa bumi, dunia seakan terhenti berputar. Ibu, Ayah, saudara, kerabat, dan teman-teman sepermainan hanya mampu tertunduk diam. Hanya air mata dan rindu yang menjadi saksi betapa beratnya melepas kepergian sang pengembara menuju tempat peristirahatan terakhirnya.
Kepergiannya yang begitu mendadak meninggalkan duka yang mendalam di setiap hati. Namun, kita percaya, segala yang terjadi adalah kehendak Ilahi yang tak mampu ditolak oleh siapapun.
“Sesungguhnya Allah memiliki apa yang Ia ambil, dan Ia memiliki apa yang Ia berikan. Segala sesuatu di sisi-Nya ditetapkan dengan waktu yang tertentu. Maka, bersabarlah dan ikhlaskan lah.”
Wahai Sang Pengembara, meski raga tak lagi bersua, doa kami tak akan putus. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah dan kebaikanmu, mengampuni segala kesalahan dan kekhilafan mu, serta menempatkan mu di tempat yang paling indah di sisi-Nya.
Selamat jalan, Wandi… Tenanglah di sana.




Tinggalkan Balasan